Tanda-Tanda Tubuh Kurang Istirahat yang Sering Diabaikan

Anda pernah tidak, merasa baik-baik saja sepanjang hari, tapi tiba-tiba mudah tersinggung hal kecil, atau lupa meletakkan kunci motor padahal baru dipegang lima menit lalu? Banyak orang langsung mencari alasan lain, stres kerja, mood lagi jelek, usia mulai pelupa. Padahal kemungkinan besar, itu sinyal dari tubuh yang kekurangan istirahat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, lebih dari sepertiga orang dewasa secara rutin tidak mendapatkan tidur yang cukup. Masalahnya, tanda-tanda kurang tidur ini sering muncul pelan-pelan dan menyamar jadi keluhan lain, sehingga banyak orang tidak sadar akar masalahnya ada di jam tidur mereka.

Berikut beberapa tanda yang paling sering luput dari perhatian.

1. Mudah tersinggung untuk hal-hal kecil

Ini biasanya tanda paling awal yang muncul, tapi paling jarang dikaitkan dengan tidur. Institute of Medicine (sekarang bagian dari National Academies) dalam laporan mereka tentang gangguan tidur kronis mencatat bahwa orang dewasa yang kurang tidur cenderung melaporkan tekanan mental berlebih, gejala depresi, dan kecemasan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidurnya cukup.

Kalau belakangan ini Anda merasa lebih cepat marah pada hal-hal sepele, sebelum mencari penyebab lain, coba tanya diri sendiri dulu, sudah berapa lama Anda tidur cukup?

2. Sulit fokus dan lambat mengambil keputusan

Bukan cuma soal ngantuk. Penelitian dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) yang berada di bawah National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kurang tidur memengaruhi cara otak memproses informasi, terutama di bagian yang mengatur kontrol dan perencanaan.

Sebuah studi pencitraan otak lain, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, bahkan menemukan penurunan aktivitas metabolik di area prefrontal setelah seseorang kurang tidur total. Area ini yang biasanya bertanggung jawab menahan impuls dan mengambil keputusan yang matang, jadi wajar kalau Anda merasa lebih mudah membuat keputusan terburu-buru saat kurang tidur.

3. Lebih sering sakit dibanding biasanya

Kalau belakangan ini Anda lebih gampang flu atau butuh waktu lebih lama sembuh dari sakit ringan, sistem imun bisa jadi tersangkanya. NHLBI menjelaskan bahwa kurang tidur mengubah cara tubuh merespons kuman dan penyakit, sehingga kemampuan melawan infeksi umum jadi menurun.

Ini juga alasan kenapa dokter sering menyarankan tidur cukup, bukan cuma istirahat sebentar, saat Anda sedang dalam masa pemulihan dari sakit.

4. Berat badan naik tanpa perubahan pola makan yang jelas

Terdengar tidak masuk akal, tapi ini sudah cukup banyak diteliti. Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga meningkatkan risiko makan berlebih dan pada akhirnya berkontribusi pada obesitas dan gangguan gula darah.

Kalau Anda merasa pola makan tidak banyak berubah tapi berat badan tetap naik pelan-pelan, jam tidur bisa jadi salah satu variabel yang perlu dicek, bukan cuma soal kalori yang masuk.

5. Tekanan darah ikut terpengaruh

Ini yang menurut saya paling sering luput dari perhatian orang awam. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa kurang tidur, bahkan hanya satu malam dengan tidur di bawah 4 jam, sudah bisa meningkatkan tekanan darah pada pria dewasa muda yang sehat. Kalau kondisi ini berulang setiap malam dalam jangka panjang, dampaknya pada risiko penyakit kardiovaskular jadi lebih nyata.

Jadi kalau tekanan darah Anda naik dan dokter sudah menyingkirkan penyebab lain, jangan lupa sebutkan pola tidur Anda belakangan ini saat konsultasi.

6. Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah “istirahat”

Ada perbedaan antara istirahat dan tidur berkualitas. Rebahan sambil main ponsel selama satu jam bukan pengganti tidur nyenyak. Kalau Anda merasa lelah terus-menerus meski sudah mengurangi aktivitas, dan tidak membaik dengan istirahat singkat, itu tanda yang layak diperhatikan lebih serius, apalagi kalau disertai dengkuran keras atau napas yang terasa terhenti sesaat saat tidur.

Kapan Sebaiknya Anda ke Dokter

Sleep Foundation menyarankan untuk memeriksakan diri kalau kantuk berlebihan di siang hari sudah mengganggu aktivitas, atau kalau ada tanda tambahan seperti dengkuran keras, jeda napas saat tidur, atau sakit kepala setiap pagi. Tanda-tanda ini bisa mengarah pada gangguan tidur seperti sleep apnea, yang butuh penanganan medis, bukan sekadar “tidur lebih awal”.

Yang Bisa Anda Mulai Malam Ini

Anda tidak perlu menunggu sampai semua tanda di atas muncul baru bertindak. Coba perhatikan pola tidur Anda selama satu minggu ke depan, jam berapa Anda benar-benar tertidur, bukan cuma jam berbaring, dan berapa kali terbangun di tengah malam. Dari situ, Anda akan lebih mudah melihat apakah keluhan sehari-hari yang selama ini dianggap “biasa” ternyata berakar dari kurang tidur.

Tulisan ini untuk edukasi umum, bukan pengganti diagnosis medis. Kalau Anda mengalami kantuk berlebihan yang mengganggu aktivitas harian, atau tanda-tanda gangguan tidur seperti dengkuran keras dan jeda napas saat tidur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.



Leave a Reply

Apakah Anda sedang merawat Orang Tua yang mengalami gangguan tidur? E-Book ini adalah solusi bagi Anda

Discover more from Fran Naturen

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading